Peranan Agama dalam Kehidupan Manusia
Kata9.com - Peranan Agama dalam Kehidupan Manusia, Allah
menciptakan manusia dalam keadaan lemah, oleh karena itulah manusia diberi
anugerah berupa petunjuk (hidayah). Allah memberikan manusia naluri yang dengan
naluri tersebut ia bisa melangsungkan kehidupannya. Tetapi, dengan naluri saja manusia
belum bisa menjalani kehidupannya dengan baik. Karena itu Allah anugerahkan “panca
indera”. Dengan panca indera ini akan ajdi kekuatan manusia untuk berbuat dan
bekerja. Tetapi, meski memberikan manfaat, ternyata panca indera pun belum
mencukupi bagi manusia untuk hidup sesuai harapan. Maka, Allah melengkapi
dengan akal pikiran, dimana manusia bisa membedakan antara yang baik dengan yang
buruk. Dengan akal pulalah, manusia bisa memposisikan diri sebagai hayawan natiq yang berbeda dengan mahluk
yang lain. Meski demikian, banyak orang yang masih tergelincir dalam menjalani
kehidupanya, karena terpengaruh oleh hawa nafsu. Dalam rangka inilah, Manusia memerlukan
agama untuk menjadikan manusia sebagai khoirunnnas.....
Al-Birru atau kebaikan itu adalah semua perbuatan yang apabila kita kerjakan akan membawa ”ketenangan” dalam jiwa.
البرّ هو ما اطمئنّ به نفس.......
Ada berbagai cara orang masuk syurga: Alkisah, ada seorang penjahat yang telah membunuh tidak kurang dari 99 orang, tetapi suatu saat, datanglah hidayah Allah untuk kembali ke jalan yang benar. Lantas ia mendatangi seorang guru dan menanyakan apakah Allah masih bisa mengampuni dosa-dosanya. Jawaban yang diberikan guru tersebut ternyata tidak menyenangkan si penjahat, setelah guru tersebut mengatakan bahwa Allah tidak mungkin mengampuni dosa-dosanya langsung supenjahat naik pitam dan akhirnya sang guru pun menjadi korbanya yang ke-100. Suatu saat datanglah ia kepada syaikh yang ’alim dan menanyakan persis seperti yang ia tanyakan kepada guru yang telah dibunuhnya. Alangkah senangnya si penjahat karena jawaban yang diberikan syaikh ternyata memberi kesempatan kepadanya untuk melakukan taubat. Akhirnya si pembunuh tersebut bertaubat setelah sebelumnya melakukan mandi taubat dan berdo’a minta diampuni dosa-dosanya. Akhirnya, pulanglah ia ke tempat asal, tetapi sayang belum sampai ke tempat tujuan ia keburu meninggal. Maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan masuklah ia ke syurga.
Ada lagi cerita seorang hamba, dikisahkan suatu saat ia sedang duduk-duduk di bawah pohon bersama rasulullah, lantas bertanya: ”Wahai Rasululah seandainya saya ikut berperang melawan orang-orang kafir itu apakah saya akan masuk syurga? Jawab Rasulullah, ya jika kamu berperang di jalan Allah, maka kau akan masuk syurga. Seketika itu, pergilah ia ke tengah medan perang dan matilah ia. Dari peristiwa itu masuklah ia ke syurga Allah lantaran niatnya untuk berperang dijalan Allah.
Alkisah, ada seoarang pelacur yang dalam perjalananya ia melihat seekor anjing yang tampak sedang sekarat karena kehausan. Tanpa banyak pikir lagi, ia lepas sepatunya untuk mengambil air dan diminumkan kepada anjing tersebut. Lantaran kasih sayangnya terhadap anjing tersebut masuklah ia ke surga.
Perbuatan yang tidak diniatkan karena Allah akan
sangat berbahaya dan sia-sia. Pengorbanan dan perbuatan kita haruslah lillah, alkisah.............. ada
dialog antara Allah dengan 3 type
manusia yang berbeda: pertama. seorang
’alim yang lama berdakwah di tengah
masyarakat. Setelah meninggal dunia, si ’alim mengadu kepada Allah, dan
berkata: wahai Allah....pahala apa yang akan Engkau berikan kepadaku,
karena Engkau tahu, aku telah berdakwah di jalanMu.....? Tanpa disangka,
Allah menyampaiakan kepada orang tersebut:” Tempatmu adalah di neraka! Karena
kamu berdakwah dan mengajarkan ilmumu bukan karena Aku, melainkan supaya dikatakan oleh hal
layak bahwasanya kamu adalah seorang yang hebat memiliki ilmu. Kedua, adalah seorang dermawan yang
dalam hidupnya suka membantu orang dan banyak menafkahkan hartanya untuk
kepentingan sosial, setelah diakhirat ia pun berkata: Wahai Allah....
syurga yang mana yang akan Engkau berikan kepadaku, aku adalah seorang
dermawan yang banyak membantu sesama, maka Allah pun berkata kepada orang
tersebut: ”Bukan syurga! tetapi neraka tempatmu! Kamu berderma bukan
karenaku melainkan supaya dikatakan orang banyak bahwasanya kamu adalah
seorang yang hebat, banyak membantu orang lain. Ketiga, cerita seorang mujahid yang berperang dengan gagah berani, maka
setelah ia meninggal, ia berujar: ”Wahai Allah, mana syurga yang Engkau
janjikan untukku dulu,karena aku telah
susah payah berperang melawan musuh? Maka Allah pun berfirman: ”Masukklah
kamu ke neraka, karena sungguh di dalam hatimu kamu berperang bukan karena
Aku, meliankan supaya dianggap orang lain bahwa kamu adalah seorang
pemberani yang hebat.
Dari kisah-kisah tersebut diatas, jelas bahwasanya, dalam perjalanan hidup kita, peran niat yang baik dan benar menjadi prasarat diterimanya amal ibadah. Jelas dalam hal ini rasulullah SAW bersabda:
انما الأعمال باالنيات.......
Begitupun dalam keseharian kita, mestinya kita tahu apa dan dan mengapa kita melakukan sesuatu perbuatan. Jangan salah niat.......sungguh beruntung orang yang ikhlas menerima ketetapan Allah dengan penuh keikhlasan. Keikhlasan bisa meningkatlan jiwa kita sebagai seorang manusia. Semua yang kita anggap perlu dan baik untuk dikerjakan, maka kerjakanlah dengan niatan lillah. Disinilah makna al-birru sebagai wujud perbuatan yang membawa kepada pahala.
Manusia dalam mejalani kehidupanya selalu mengalami fase naik turunnya iman: Iman seseorang itu naik apabila kita banyak melakukan amalan baik, sebaliknya iman kita turun apabila kita sering bermaksiat.
الايمان اقبالا وادبارا, اذا اقبلت فعليك بالنوافل, وإذا ادبرت فعليك بالواجبات.....
Sholat itu bukanlah kebutuhan Allah, andai semua manusia di bumi ini tidak melaksanakan sholat maka tidak akan mengurangi kemahabesaran Allah. Pun kalau semua orang di muka bumi ini patuh, maka itu tidak akan membuat Allah lebih beruntung. Sholat dan ibadah itu kebutuhan setiap manusia.. Kita bisa meningkatkan diri kita dengan memebiasakan beramal baik dan kontinu dalam ibadah kita.
Pendidikan di PMDG dijalankan melalui proses
pembiasaan dan penugasan.
Manusia dalam melakukan kewajibannya adakalanya karena naluri. Diantara perbuatan yang dilakukan karena naluri kemanusiaan kita antara lain: menegakkan agama, membela kehormatan keluarga, jiwa dan harta. Orang yang mati dalam rangka itu semua maka matinya tergolong mati syahid.
Untuk menjaga kualitas keimanan kita, maka perilaku
kita haruslah berbobot dan mengandung makna ibadah yang benar, meski
sedikit asalkan kontinu.....
خير الأعمال ادومها وإن قلّ
Rasulullah pernah memberikan nasihat kepada sahabat Ali karamallahu wajhahu, untuk melanggengkan 3 perbuatan yang amat disukai Allah: Ketiganya adalah: Sholat dluha, Sholat witir sebelum tidur dan Puasa biidh (tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya)
Amalan-amalan yang lain yang bisa dilakukan untuk
meningkatkan kualitas kita sebagai manusia adalah: Bacaan shalawat
(minimal 100 kali per harinya)
من صل علي مرة صلّ الله عليه .............
Amalan lainnya seperti do’a ditambah dengan puasa merupakan amalan yang mendatangkan pertolongan Allah, banyak orang yang melakukan puasa diwaktu ia mempunyai cita-cita dan tugas, agar dimudahkan dalam urusannya.
Semua amalan baik akan dilipatgandakan oleh Allah
dari 10 – 700 kali lipat kecuali pahala puasa, karena hanya Allah saja
yang tahu dan ia akan memberi pahala bagi setiap orang yang berpuasa.
Ketahuilah bahwasanya Allah malu untuk tidak mengabulkan do’a hamba-hambaNya. Allah memberikan sesuatu kepada hambaNya sesuai dengan kadar dan kemampuan hamba.
إن الله خلق وقدّر.......
Manusia diberi kemampuan dan nikmat dari Allah sesuai dengan kemampuan hamba menerima nikmatnya, nafsu manusia tidak akan pernah puas menerima dan akan selalu merasa kurang.
Untuk meningkatkan kualitas kita sebagai manusia sudah saatnya kita bermujahadah.........
![]() |
Peranan Agama dalam Kehidupan Manusia |
Al-Birru atau kebaikan itu adalah semua perbuatan yang apabila kita kerjakan akan membawa ”ketenangan” dalam jiwa.
البرّ هو ما اطمئنّ به نفس.......
Ada berbagai cara orang masuk syurga: Alkisah, ada seorang penjahat yang telah membunuh tidak kurang dari 99 orang, tetapi suatu saat, datanglah hidayah Allah untuk kembali ke jalan yang benar. Lantas ia mendatangi seorang guru dan menanyakan apakah Allah masih bisa mengampuni dosa-dosanya. Jawaban yang diberikan guru tersebut ternyata tidak menyenangkan si penjahat, setelah guru tersebut mengatakan bahwa Allah tidak mungkin mengampuni dosa-dosanya langsung supenjahat naik pitam dan akhirnya sang guru pun menjadi korbanya yang ke-100. Suatu saat datanglah ia kepada syaikh yang ’alim dan menanyakan persis seperti yang ia tanyakan kepada guru yang telah dibunuhnya. Alangkah senangnya si penjahat karena jawaban yang diberikan syaikh ternyata memberi kesempatan kepadanya untuk melakukan taubat. Akhirnya si pembunuh tersebut bertaubat setelah sebelumnya melakukan mandi taubat dan berdo’a minta diampuni dosa-dosanya. Akhirnya, pulanglah ia ke tempat asal, tetapi sayang belum sampai ke tempat tujuan ia keburu meninggal. Maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan masuklah ia ke syurga.
Ada lagi cerita seorang hamba, dikisahkan suatu saat ia sedang duduk-duduk di bawah pohon bersama rasulullah, lantas bertanya: ”Wahai Rasululah seandainya saya ikut berperang melawan orang-orang kafir itu apakah saya akan masuk syurga? Jawab Rasulullah, ya jika kamu berperang di jalan Allah, maka kau akan masuk syurga. Seketika itu, pergilah ia ke tengah medan perang dan matilah ia. Dari peristiwa itu masuklah ia ke syurga Allah lantaran niatnya untuk berperang dijalan Allah.
Alkisah, ada seoarang pelacur yang dalam perjalananya ia melihat seekor anjing yang tampak sedang sekarat karena kehausan. Tanpa banyak pikir lagi, ia lepas sepatunya untuk mengambil air dan diminumkan kepada anjing tersebut. Lantaran kasih sayangnya terhadap anjing tersebut masuklah ia ke surga.
Dari kisah-kisah tersebut diatas, jelas bahwasanya, dalam perjalanan hidup kita, peran niat yang baik dan benar menjadi prasarat diterimanya amal ibadah. Jelas dalam hal ini rasulullah SAW bersabda:
انما الأعمال باالنيات.......
Begitupun dalam keseharian kita, mestinya kita tahu apa dan dan mengapa kita melakukan sesuatu perbuatan. Jangan salah niat.......sungguh beruntung orang yang ikhlas menerima ketetapan Allah dengan penuh keikhlasan. Keikhlasan bisa meningkatlan jiwa kita sebagai seorang manusia. Semua yang kita anggap perlu dan baik untuk dikerjakan, maka kerjakanlah dengan niatan lillah. Disinilah makna al-birru sebagai wujud perbuatan yang membawa kepada pahala.
Manusia dalam mejalani kehidupanya selalu mengalami fase naik turunnya iman: Iman seseorang itu naik apabila kita banyak melakukan amalan baik, sebaliknya iman kita turun apabila kita sering bermaksiat.
الايمان اقبالا وادبارا, اذا اقبلت فعليك بالنوافل, وإذا ادبرت فعليك بالواجبات.....
Sholat itu bukanlah kebutuhan Allah, andai semua manusia di bumi ini tidak melaksanakan sholat maka tidak akan mengurangi kemahabesaran Allah. Pun kalau semua orang di muka bumi ini patuh, maka itu tidak akan membuat Allah lebih beruntung. Sholat dan ibadah itu kebutuhan setiap manusia.. Kita bisa meningkatkan diri kita dengan memebiasakan beramal baik dan kontinu dalam ibadah kita.
Manusia dalam melakukan kewajibannya adakalanya karena naluri. Diantara perbuatan yang dilakukan karena naluri kemanusiaan kita antara lain: menegakkan agama, membela kehormatan keluarga, jiwa dan harta. Orang yang mati dalam rangka itu semua maka matinya tergolong mati syahid.
خير الأعمال ادومها وإن قلّ
Rasulullah pernah memberikan nasihat kepada sahabat Ali karamallahu wajhahu, untuk melanggengkan 3 perbuatan yang amat disukai Allah: Ketiganya adalah: Sholat dluha, Sholat witir sebelum tidur dan Puasa biidh (tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya)
من صل علي مرة صلّ الله عليه .............
Amalan lainnya seperti do’a ditambah dengan puasa merupakan amalan yang mendatangkan pertolongan Allah, banyak orang yang melakukan puasa diwaktu ia mempunyai cita-cita dan tugas, agar dimudahkan dalam urusannya.
Ketahuilah bahwasanya Allah malu untuk tidak mengabulkan do’a hamba-hambaNya. Allah memberikan sesuatu kepada hambaNya sesuai dengan kadar dan kemampuan hamba.
إن الله خلق وقدّر.......
Manusia diberi kemampuan dan nikmat dari Allah sesuai dengan kemampuan hamba menerima nikmatnya, nafsu manusia tidak akan pernah puas menerima dan akan selalu merasa kurang.
Untuk meningkatkan kualitas kita sebagai manusia sudah saatnya kita bermujahadah.........