Hadis Anjuran Sahur Saat Puasa Bulan Ramadhan
Kata9.com - Hadis Anjuran Sahur Saat Puasa Bulan Ramadhan Sebelum berpuasa dianjurkan untuk makan sahur sebagaimana sabda Nabi e :
“Bersahurlah
kamu sekalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat barakah .”
(HR. Bukhary dan
Muslim)
Waktu Sahur.
Agama tidak menerangkan dengan rinci kapan seharusnya
seseorang bersahur, hanya saja dari riwayat-riwayat yang ada dapat dipahami
bahwa sebaiknya sahur dilaksanakan pada akhir malam menjelang terbit fajar /
Shubuh.
"…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih
dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al Baqoroh: 187)
Adapun orang yang ketika Adzan Shubuh berkumandang masih
memegang gelas minumannya maka hendaklah dia tunaikan hajatnya sampai
selesai. sabda Nabi e :
“Apabila seseorang dari kalian mendengar suara adzan sedangkan gelas masih
berada di tangannya maka janganlah ia letakkan hingga memenuhi hajatnya”
(HR. Abu Dawud, Ibnu
Jarir , Hakim, Baihaqi & Ahmad)
![]() |
Hadis Anjuran Sahur Saat Puasa Bulan Ramadhan |
Sebab Menggapai Ampunan Bulan Ramadhan
Dalam bulan Ramadhan banyak sekali sebab-sebab turunnya ampunan.
Di antara sebab-sebab itu adalah:
1. Melakukan puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah r bersabda:
"Barangsiapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap
pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu." (Hadits
Muttafaq 'Alaih).
2. Melakukan shalat tarawih dan tahajiud di dalamnya Shalat
Lail Bulan Ramadhan. Rasulullah r bersabda:
"Barang siapa melakukan shalat malam di bulan Ramadhan
karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah
lalu." (Hadits Muttafaq 'Alaih).
3. Melakukan shalat dan ibadah lain di Ramadhan Lailatul
Qadar. Yaitu pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ia adalah malam yang
penuh berkah, yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'anul Karim. Dan pada malam itu
pula dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Rasulullah r bersabda:
"Barangsiapa melakukan shalat di malam Lailatul Qadar
karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah
lalu.” (Hadits Muttafaq 'Alaih).
4. Memberi ifthar (makanan untuk berbuka) kepada orang yang
berpuasa. Rasulullah r bersabda:
"Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi
ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi sebab) ampunan dari dosa-
dosanya, dan pembebasan dirinya dari api Neraka." (HR. Ibnu Khuzaimah (dan
ia menshahihkan hadits ini), Al-Baihaqi dan lainnya).
Sebab Menggapai Ampunan Bulan Ramadhan5. Beristighfar:
Meminta ampunan serta berdo'a ketika dalam keadaan puasa, berbuka dan ketika
makan sahur. Do'a orang puasa adalah mustajab (dikabulkan), baik ketika dalam
keadaan puasa ataupun ketika berbuka Allah , memerintahkan agar kita berdo'a
dan Dia menjamin mengabulkannya. Allah berfirman: "Dan Tuhanmu berfirman:
"Berdo'alah kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya untukmu. "(Ghaafir:
60). Dan dalam sebuah hadits disebutkan:
"Ada tiga macam orang yang tidak ditolak do'anya. Di
antaranya disebutkan,"orang yang berpuasa hingga ia berbuka." (HR.
Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasaa'i dan Ibnu Majah). (Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban
dalam kitab Shahih mereka masing-masing, dan At-Tirmidzi mengatakannya hadits
shahih hasan).
Karena itu, hendaknya setiap muslim memperbanyak, dzikir,
do'a dan istighfar di setiap waktu, terutama pada bulan Ramadhan, ketika sedang
berpuasa, berbuka dan ketika sahur, di saat turunnya Tuhan di akhir malam. Nabi
r bersabda:
"Tuhan kami Yang Mahasuci dan Maha tinggi turun pada
setiap malam ke langit dunia, (yaitu) ketika masih berlangsung sepertiga malam
yang akhir seraya berfirman, ‘Barangsiapa berdo'a kepada-Ku, niscaya Aku
kabulkan untuknya, barangsiapa memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya dan
barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya’."
(HR.Muslim).
6. Di antara sebab-sebab ampunan yaitu istighfar (permohonan
ampun) para malaikat untuk orang-orang berpuasa, sampai mereka berbuka. Demikian
seperti disebutkan dalam hadits Abu Hurairah t di muka, yang diriwayatkan oleh
Imam Ahmad.
Jika sebab-sebab ampunan di bulan Ramadhan demikian banyak,
maka orang yang tidak mendapatkan ampunan di dalamnya adalah orang yang
memiliki seburuk-buruk nasib. Kapan lagi ia mendapatkan ampunan jika ia tidak
diampuni pada bulan ini? Kapan dikabulkannya (permohonan) orang yang ditolak
pada saat Lailatul Qadar? Kapan baiknya orang yang tidak menjadi baik pada
bulan Ramadhan ?
Dahulu, ketika datang bulan Ramadhan Marhaban ya ramadhan,
umat Islam senantiasa berdo'a:
"Ya Allah, bulan Ramadhan telah menaungi kami dan telah
hadir maka serahkanlah ia kepada kami dan serahkanlah kami kepadanya
Karuniailah kami kemampuan untuk berpuasa dan shalat di dalamnya, karuniailah
kami di dalamnya kesungguhan, semangat, kekuatan dan sikap rajin. Dan
lindungilah kami di dalamnya dari berbagal fitnah”
Mereka berdo'a kepada Allah I selama enam bulan agar bisa
mendapatkan Ramadhan, dan Selama enam bulan (berikutnya) mereka berdo'a agar
puasanya diterima. Di antara, do'a mereka itu adalah:
"Ya Allah serahkanlah aku kepada Ramadhan, dan serahkan
Ramadhan kepadaku, dan Engkau menerimanya daripadaku dengan rela." (Lihat
Lathaa'iful Ma'aarif, oleh Ibnu Rajab, him. 196-203).
Adab Puasa
Ketahuilah -semoga Allah I merahmatimu-, bahwasanya puasa
tidak sempurna kecuali dengan merealisasikan enam perkara:
Sebab Menggapai Ampunan Bulan Ramadhan1. Menundukkan
pandangan serta menahannya dari pandangan-pandangan liar yang tercela dan
dibenci.
2. Menjaga lisan dari berbicara tak karuan, menggunjing,
mengadu domba dan dusta.
3. Menjaga pendengaran dari mendengarkan setiap yang haram
atau yang tercela.
4. Menjaga anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa.
5. Hendaknya tidak memperbanyak makan.
6. Setelah berbuka, hendaknya hatinya antara takut dan harap.
Sebab ia tidak tahu apakah puasanya diterima, sehingga ia termasuk orang-orang
yang dekat kepada Allah, ataukah ditolak, sehingga ia termasuk orang-orang yang
dimurkai. Hal yang sama hendaknya ia lakukan pada setiap selesai melakukan
ibadah. (Lihat Mau'idzatul Mukminiin min Ihyaa'i Uluumid Diin, hlm. 59-60.)
Ya Allah, jadikanlah kami dan segenap umat Islam termasuk
orang yang puasa pada bulan ini, yang pahalanya sempurna, yang mendapatkan
Lailatul Qadar, dan beruntung menerima hadiah dari Tuhan; wahai Dzat Yang Hidup
Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), wahai Dzat Yang Memiliki
Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah
I kepada Nabi Muhammad r, keluarga dan segenap sahabatnya.